Pilihan Substrat : COCOPEAT is The Best

Alas / substrat membantu menjaga kelembapan juga menyediakan area perlindungan bagi sling dan tarantula tipe oportunistic burrower / obligate burrower. Substrat yang 99% disepakati menjadi substrat terbaik bagi tarantula adalah cocopeat karena :

  1. Mudah didapatkan | Cocopeat bisa didapatkan di toko tanaman, toserba seperti Borma, maupun secara online.
  2. Murah | Penyedia online rata – rata menjual di kisaran Rp 1.000 / 100gr cocopeat halus yang sudah diayak
  3. Optimal menjaga kelembapan
  4. Ringan | Memudahkan tarantula membuat lubang dan tidak membahayakan. Tarantula tidak akan mati tertimpa cocopeat.

Cocopeat tersedia dalam bentuk halus (sudah diayak) maupun yang masih bercampur dengan seratnya (cocofiber) kedua bentuk ini sama baiknya bagi tarantula dan dapat dipadupadankan sesuai kebutuhan. Sebagai catatan, cocofiber membantu tarantula terutama jenis terestrial untuk menjangkarkan jaringnya juga memperkuat struktur lubang persembunyian.

Untuk substrat yang lebih “premium” dapat digunakan campuran 30% cocopeat halus + 40% vermiculate + 30% cocofiber. Spagnum moss juga dapat ditambahkan karena dapat menyimpan air dengan baik, ringan, dan teksturnya memungkinkan tarantula membangun tempat persembunyian.

Tinggi Substrat

Tinggi substrat yang disarankan untuk tarantula dewasa adalah :

  • 5 cm untuk tipe arboreal
  • 1 x legspan untuk tipe terestrial
  • 2 x legspan untuk tipe burrower

Untuk sling patokan umumnya isi substrat setinggi 1/2 tube/toples perawatan untuk terestrial dan burrower, sementara untuk tipe arboreal secukupnya disesuaikan untuk efektif menjaga kelembapan kandang.

Bahan Tidak Direkomendasikan

Tanah gembur, serpihan daun kering, humus, dan cocochip masih dapat digunakan sebagai substrat jika menggunakan substrat ini pastikan bebas dari pestisida dan pupuk.

Bahan yang tidak direkomendasikan adalah pasir karena pasir tidak dapat menyimpan air sehingga membuat kandang tergenang, selain itu struktur pasir yang mudah lepas tidak ideal bagi tarantula membangun lubang persembunyian dan beresiko runtuh menimpa tarantula. Serbuk gergaji (seperti alas hamster) juga tidak direkomendasikan karena kasar dan memiliki tepi yang tajam, beberapa jenis kayu seperti cemara / pinus mengandung minyak yang dapat membahayakan tarantula.

Mempersiapkan Substrat

Lembabkan / basahi cocopeat kemudian peras airnya hingga tidak ada air yang menetes. Coba kepal substrat, jika substrat tetap mempertahankan bentuknya maka substrat siap digunakan. Umumnya pada konsisi seperti ini substart memiliki kelembapan 70% sd 80%.

Substrat umumnya dapat diganti dua sampai tiga kali setahun bergantung kondisi substrat. Substrat dapat di re-cycle dengan cara menyangrai, merebus, atau merendam dengan air mendidih kemudian meniriskannya. Namun substrat re-cycle cenderung lebih mudah menumbuhkan jamur dan mengundang kutu shingga lebih disarankan mengganti substrat dengan substrat baru yang fresh dan masih mengandung mikroba yang seimbang.

Pastikan pilihan substrat dapat menahan air dan kelembapan, disaat yang sama pastikan kandang tidak terlalu lembab karena tarantula umumnya tidak menyukai substrat yang basah.

Sediakan substrat kering. Jika tarantula tidak nyaman dengan kondisi substrat baru yang biasanya ditandai dengan tarantula menempel di dinding kandang, maka coba taburkan satu lapis substrat kering diatas substrat lembab untuk mengoreksi kelembapan.

Selain substrat, ada 4 hal lainnya yang perlu diperhatikan saat mempersiapkan kandang tarantula.

Mampir juga di
Halaman Komunitas | Blog | Tarantula Keepers

Ingin cari tarantula ?
Kunjungi Toko Komunitas

Bagikan Informasinya