Tempat Persembunyian : Hiding Cave

Setiap hewan memiliki insting untuk melindungi diri, bagi tarantula salah satu caranya adalah dengan bersembunyi terutama di siang hari dimana tarantula beristirahat. Walau secara umum tarantula memiliki toleransi yang tinggi terhadap perbedaan habitat, tentunya kita sebagai keeper bertanggung jawab menyediakan kebutuhan tarantula sehingga tarantula tidak hanya hidup namun juga sehat dan “bahagia”.

Di alam, tarantula selalu mebangun persembunyian baik dalam tanah dengan cara membuat lubang persembunyian maupun di atas puhon memanfaatkan lubang juga membuat pintalan jaring. Tipe terestrial yang sebagian besar hidupnya berada diatas permukaan tanah pun pada siang hari akan mencari tempat persembunyian yang terlindung dari predator dan sinar matahari. Oleh karenanya keeper sangat disarankan menyediakan tempat persembunyian sebagai syarat minimum habitat tarantula.

Tidak perlu mahal, cintai tarantula secara sederhana..

Hiding cave intinya sangat sederhana, sebuah lubang / lorong yang dapat dimasuki oleh tarantula dan tidak tembus cahaya (gelap). Hiding cave komersial berbahan resin tentunya memiliki tampilan yang menarik dan daya tahan sangat bagus.

Namun hiding cave DIY dengan budget yang ramah di kantong juga dapat memberikan kenyamanan yang sama bagi tarantula. Hiding cave super ekonomis dapat hanya berupa pot bunga yang dimodifikasi.

Bahan lain yang umum digunakan sebagai hiding cave adalah batok kelapa yang dijual sebagai tempat makan untuk ayam. Hampir semua kios burung menyediakannya dengan harga sangat terjangkau < Rp 5.000. Potongan ruas bambu dapat menjadi pilihan yang baik, demikian pula dengan pipa PVC

Alternatif lainnya adalah kulit kayu lengkung hasil hunting di kebun atau kayu yang memiliki lubang alami (atau beli online).

Saat menyiapkan hiding cave DIY pastikan bahan alami :

  • Tidak mengandung residu pestisida,
  • Jika menggunakan kayu pinus sudah tidak mengeluarkan getah yang mengandung terpentin,
  • Disarankan disterilisasi baik dijemur maupun direbus/uap
  • Untuk kayu dapat disemprot dengan spray bening agar tahan terhadap lembab/jamur

Atau bisa juga membuat hiding cave dari styrofoam yang pastinya bisa custom banget, simak tips dasarnya di sini DIY Backdrop dan Hiding Cave Berbahan Styrofoam

Bagaimana dengan burrower dan arboreal ?

Kulit Pakis

Untuk tarantula tipe burrower seperti si oranye menawan Orange Baboon Tarantula (OBT) atau tarantula bertanduk Ceratogyrus darlingi hiding cave akan menjadi starter burrow yaitu titik pertama dimana tarantula akan mulai menggali lubang persembunyiannya. Dengan menyediakan hiding cave maka keeper dapat mengarahkan posisi burrow tarantula, disarankan posisi di pingir enclosure dengan harapan kita dapat mengintip kedalam lubang melalui sisi enclosure.

Untuk tipe heavy webber seperti Chromatopelma cyaneopubescens (Green Bottle Blue ),  Neoholothele incei (Trinidad olive ) tarantula dwarf yang bisa komunal, atau Cyriopagopus sp. Hati hati spesies lokal Indoenesia yang cantik asal Sulawesi,  mereka dapat membangun persembunyian menggunakan jaring. Untuk membantu mereka kita bisa menambahkan ranting kecil yang saling melintang dalan enclosure sebagai media tarantula menjangkarkan jaringnya. Beberapa keeper menggunakan sedotan plastik untuk keperluan ini.

Untuk tipe arboreal mereka memerlukan panjatan bisa berupa kayu yang disusun vertikal maupun bersandar ke dinding enclosure. Tarantula akan membangun webnya disekitar kayu. Disarankan kayu yang memiliki lubang atau celah untuk mempermudah tarantula. Untuk pilihan hemat budget dan tetap estetis bisa menggunakan kayu pakis yang biasa tersedia di toko ikan.

Selain hiding cave, apalagi yag perlu dipersiapkan ya ? Simak di 5 hal dasar dalam mempersiapkan kandang tarantula

Mampir juga di
Halaman Komunitas | Blog | Tarantula Keepers

Ingin cari tarantula ?
Kunjungi Toko Komunitas

Bagikan Informasinya